Jokowi: Keadaan Sulit, Harus Diselesaikan Dengan Cara Tidak Biasa
Presiden Joko Widodo.
Sekarang dibutuhkan kecepatan untuk memutuskan, sekarang dibutuhkan perubahan-perubahan kebijakan yang cepat sehingga di lapangan kalau ada perubahan-perubahan itu cepat bisa kita antisipasi

Jakarta, Seruu.com - Pada acara penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28/7) malam, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya mengemukakan, dunia sekarang ini sulit, ekonomi global juga sedang sulit dan merosot. Perang di Timur Tengah menyebabkan pengungsi berbondong-bondong, berjuta-juta orang menuju ke Uni Eropa. Terorisme terjadi hampir setiap hari di semua negara. Selalu ada kejadian-kejadian bom bunuh diri, bom dimana-mana.

"Inilah fakta-fakta dan realita yang harus kita hadapi dalam sebuah kondisi ekonomi dunia yang sulit juga dibarengi dangan geopolitik yang juga tidak mendukung," ujar Presiden Jokowi seraya menambahkan, semua negara mengalami kesulitan ekonomi itu, tidak ada satu negara pun yang lolos dari kesulitan tekanan ekonomi global.

Ada (negara) yang turun 1 persen, ada yang turun 2 persen pertumbuhan ekonominya, ada yang turun sudah sampai minus 3, ada yang mendekati minus 7, ada negara yang Presiden jatuh karena ekonominya sudah minus, ada pemerintahan yang gagal sehingga terjadi penjarahan karena juga sama, ekonomi sudah minus.

"Itulah kesulitan-kesulitan yang ada dan tekanan ekonomi seperti itu juga menekan negara kita Indonesia. Ini adalah sebuah keadaan yang tidak normal," tutur Presiden.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden, harus kita selesaikan dengan cara-cara yang tidak biasa. Tidak mungkin lagi tekanan-tekanan ekonomi seperti ini dilakukan dengan cara-cara yang biasa, dengan bekerja yang normal-normal saja, tidak akan mungkin kita bisa keluar dari situasi-situasi yang sulit itu.

"Sekarang dibutuhkan kecepatan untuk memutuskan, sekarang dibutuhkan perubahan-perubahan kebijakan yang cepat sehingga di lapangan kalau ada perubahan-perubahan itu cepat bisa kita antisipasi," katanya dan menambahkan, kondisi stabilitas keamanan sangat-sangat diperlukan oleh negara kita. Kondisi stabilitas politik juga sangat-sangat dibutuhkan oleh negara kita.

Pada kesempatan itu, ia juga mengemukakan, banyak investor, banyak pengusaha yang sekarang ini meyakini, memberikan kepercayaan bahwa stabilitas politik kita dianggap sangat baik. Hal ini, menurut Jokowi, patut kita syukuri. Karena itu, ia meminta agar setiap kebijakan-kebijakan yang memerlukan kecepatan itu ada back up, ada dukungan dari partai-partai sehingga perubahan-perubahan yang ada bisa kita lakukan secara cepat.

"Saya berikan contoh kemarin misalnya, seperti Undang-Undang Tax Amnesty. Itu kalau lepas saja dari bulan Juni, momentum kita sudah hilang. Momentumnya sudah akan hilang. Oleh sebab itu saya memberikan apresiasi, memberikan penghargaan dukungan partai-partai yang ada di fraksi-fraksi yang ada di DPR begitu sangat cepatnya menyelesaikan Undang-Undang Tax Amnesty itu," jelas Presiden seraya menyebutkan, kalau momentumnya sudah lepas, sulit lagi kita mengejar karena memang ekonomi betul-betul sekarang ini sangat sulit untuk diprediksi.

[hs]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar